AS Roma Bertekuk Lutut di Markas Bologna

Bologna: AS Roma bertekut lutut di markas Bologna pada lanjutan Liga Italia Serie-A giornata kelima, Minggu 23 September. Giallorossi kalah 0-2 atas tuan rumah.

Bermain di Stadion Renato Dall’Ara, Roma harus kebobolan lewat gol yang dicetak Federico Mattiello menit ke-36 dan Federico Santander menit ke-59.

Kekalahan ini membuat Roma berada di posisi ke-12 klasemen sementara karena baru mengumpulkan lima poin. Sementara untuk Bologna, ini merupakan tiga poin perdana buat mereka setelah dalam empat laga awal Serie-A hanya meraih satu poin.

Kekalahan dari Bologna juga menambah penderitaan pasukan Eusebio Di Francesco pada musim ini. Sebab dalam lima pertandingan awal, Roma baru sekali meraih kemenangan. Tepatnya ketika mempermalukan Torino pada laga pembuka Serie-A.

Sementara itu hasil positif diraih Lazio dan Napoli. Lazio yang bermain di Stadion Olimpico, menang dengan skor 4-1 atas Genoa.

Sedangkan Napoli melumat Torino dengan skor 3-1. Bagi Partenopei, kemenangan tersebut membuat mereka menempel Juventus dengan perolehan 12 poin. Hanya saja Bianconeri baru memainkan giornata kelima menghadapi Frosinone dini hari nanti WIB.

Hasil pertandingan Liga Italia Malam Ini
Torino 1-3 Napoli
Bologna 2-0 Roma
Chievo 0-2 Udinese
Lazio 4-1 Genoa

Mengintip Kesiapan Venue Asian Para Games 2018

(FIR)

Pujian Spalletti untuk Pelatih Sampdoria

Genoa: Allenatore Inter Milan, Luciano Spalletti, mengagumi kinerja pelatih Sampdoria Marco Giampaolo yang akan menjadi lawan akhir pekan ini. Mantan pelatih AS Roma itu menilai Giampolo menerapkan gaya sepak bola atraktif dan menghibur tapi juga efektif untuk Sampdoria.

Ucapan Spalletti terbukti benar. Sejauh ini, berkat polesan Giampolo, Sampdoria tampil impresif. Buktinya, mereka mampu bersaing di lima besar Liga Serie-A Italia. Menempati posisi kelima mengoleksi tujuh poin, mereka terpaut lima poin dari Juventus yang berada di puncak klasemen.

Baca juga: Kata Pelatih Madrid Soal Kartu Merah Ronaldo

“Saya mengagumi kinerja Giampaolo. Dia adalah orang yang hebat dan pelatih yang modern,” kata Spalletti dalam konferensi pers jelang laga Sampdoria kontra Inter Milan di situs resmi klub.

“Giampaolo telah mempertunjukkan segala kemampuannya dan dia memiliki tim yang hebat di belakangnya. Dia selalu menampilkan permainan yang positif dan Sampdoria adalah tim yang membangun serangan dari belakang dan mampu bermain dengan gaya apapun,” pungkasnya.

Situasi berbeda justru dialami Inter. Mereka kini harus tercecer di posisi ke-15 klasemen sementara dengan mengoleksi empat poin. Rinciannya, mereka baru mengoleksi satu kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kekalahan.

Video: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018

(PAT)

Spalletti Keluhkan Jadwal Padat Inter

Genoa: Inter Milan sukses meraih kemenangan kala menjamu Tottenham Hotspur pada laga perdana penyisihan Grup B Liga Champions 2018–2019, Selasa 18 September malam hari. Menurut pelatih I Nerazzurri Luciano Spalletti, hasil positif tersebut pantas diraih demi meningkatkan mental para pemainnya untuk menghadapi jadwal padat.

Inter menjalani jadwal padat karena partisipasi mereka di Liga Champions musim ini. Periode itu sudah dimulai mereka sejak Sabtu 15 Agustus. Tepat saat mereka menghadapi Parma pada lanjutan Liga Serie-A Italia. 

Tiga hari berselang, La Beneamata harus berduel dengan Tottenham Hotspur. Pada laga tersebut, Inter menang dengan skor 2-1.

Baca juga: Guardiola Desak City Bangkit

Spalletti mengaku gembira melihat kemenangan tersebut. Ia menilai kemenangan ini meningkatkan motivasi para pemain. Namun, ia tetap mengkhawatirkan stamina para pemainnya karena masih akan menghadapi lima pertandingan lagi dalam empat ke depan. Termasuk menghadapi Sampdoria pada Minggu 23 September.

“Jika kami berhasil memenangkan laga ini (lawan Sampdoria), kami akan menjadi lebih kuat, tapi kami harus lebih konsisten. Kami juga diuntungkan dengan kemenangan seperti itu (kontra Tottenham) karena mampu meningkatkan mental kami,” ungkap Spalletti seperti dilansir situs resmi klub.

“Karakter merupakan elemen kunci dalam kemenangan itu. Ada risiko inkonsistensi ketika kami tertinggal tapi tim ini mempertahankan keseimbangannya dan bermain dengan baik, menyerang hingga area lawan,” lanjutnya.

“Saya tidak tahu apakah dua hari cukup bagi kami untuk beristirahat. Pertandingan seperti hari Selasa (Rabu dini hari) menggunakan lebih banyak tenaga dibandingkan pertandingan biasa. Kami akan melihat itu besok malam (dini hari nanti),” tukasnya.

La Beneamata tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi empat poin. Sejauh ini, Inter baru mampu menang sekali di Serie A. Satu-satunya kemenangan Inter diraih atas Bologna.

Video: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018

(PAT)

Imbas Ludahi Lawan, Winger Juventus Dicoret dari Timnas Brasil

Turin: Winger Juventus, Douglas Costa harus menerima kenyataan pahit dicoret dari timnas Brasil. Pelatih kepala Tite menyebut mantan pemain Bayern Muenchen itu ‘tidak disiplin’.

Costa dikenai sanksi sebanyak empat pertandingan setelah meludahi Federico Di Francesco, pemain Sassuolo akhir pekan lalu pada lanjutan Serie A Italia.

Selang beberapa hari kemudian, Costa mengalami cedera saat bersua Valencia di ajang Liga Champions. Winger 28 tahun itu pun tidak dibawa ke skuat timnas Brasil untuk uji coba bulan depan.

Tite menegaskan, khusus kasus Costa, bukan karena cedera saja, tapi karena insiden ludah yang seketika viral. Menurutnya, itu adalah tindakan tidak disiplin.

“Dari dulu sudah saya bilang, akan ada kesempatan buat mereka yang tidak ikut (Piala Dunia). Kalau soal Douglas Costa, ada dua penyebab (tidak dipanggil), yang pertama cedera, yang kedua karena insiden di Serie A,” kata Tite.

“Jelas, tentu saja itu adalah tindakan yang menciderai nilai kedisiplinan. Begini, tindakannya merugikan klub karena ia harus absen empat laga. Itu seharusnya jadi pelajaran buat dia,” sambungnya.

Brasil akan menghadapi dua lawan dalam laga uji coba bulan depan, yakni Arab Saudi dan Argentina. Berikut susunan pemain timnas Brasil:

Kiper: Alisson [Liverpool], Ederson [Man City], Phelipe [Gremio].

Bek: Marquinhos [PSG], Miranda [Inter], Pablo [Bordeaux], Alex Sandro [Juventus], Danilo [Man City], Eder Militao [Porto], Fabinho [Liverpool], Marcelo [Real Madrid].

Gelandang: Arthur [Barcelona], Casemiro [Real Madrid], Fred [Manchester United], Philippe Coutinho [Barcelona], Renato Augusto [Beijing Guoan], Wallace [Hannover].

Penyerang: Everton [Gremio], Roberto Firmino [Liverpool], Gabriel Jesus [Man City], Malcom [Barcelona], Neymar [PSG], Richarlison [Everton]

Video: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018
 

Douglas Costa Dihukum, Juventus Takkan Mengajukan Banding

Valencia: Pelatih Juventus, Massimilano Allegri, mengatakan bahwa Douglas Costa merasa terpukul dengan hal buruk yang dilakukannya. Mantan pelatih AC Milan itu membela anak asuhnya yang disebut menjunjung tinggi sportivitas.

“Minggu lalu, Douglas Costa mengalami momen buruk yang tidak seharusnya terjadi, tapi itu bisa terjadi kepada siapa saja. Dia akan membayar kesalahannya dengan hukuman empat pertandingan dan klub tidak akan mengajukan banding,” ungkapnya kepada situs resmi klub.

Baca juga: Mourinho tidak Mau Bicarakan Peluang United di Liga Champions

“Ini artinya ia tidak akan memperkuat tim selama satu setengah bulan, jadi kami menderita sebagai tim, meskipun ia sangat terpukul karena ini. Meludahi pemain lawan merupakan hal yang tidak sesuai dengan karakternya dan standar tingginya dalam menjunjung tinggi sportivitas,” ujar mantan pelatih Cagliari ini.

“Dia sangat terkejut dan seiring berjalannya waktu, ia akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa tindakan itu bukanlah perilakunya yang biasa,” kata pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Meski mendapat hukuman empat laga, Costa masih bisa memperkuat Bianconeri di Liga Champions. Pasalnya hukuman yang diterima mantan pemain Shakhtar Donetsk itu hanya berlaku di Serie A.

Video: Tiga Atlet Panjat Tebing Ikut Kejuaraan Dunia

(FIR)

Komentar Di Francesco usai Anaknya Diludahi Douglas Costa

Roma: Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, mengaku kecewa dengan pemberitaan media usai anaknya yang membela Sassuolo, Federico Di Francesco, diludahi pemain sayap Juventus, Douglas Costa. Mantan manajer Sassuolo itu berujar bahwa anaknya merupakan pria yang baik, namun pemberitaan media mengenai anaknya membuatnya kaget.

Baca juga: Meludahi Pemain Sassuolo, Douglas Costa Diskors Empat Pertandingan

“Saya kaget ketika mendengar berita tentang apa yang Federico katakan kepada Douglas Costa ketika ia merupakan pihak yang diludahi, pengalaman yang buruk. Dia adalah orang yang baik dan sebagai ayahnya saya bangga dengannya,” kata Eusebio seperti dilansir situs resmi klub.

“Dia tidak mendapatkan permintaan maaf, ini gila. Dia sedikit tertekan karena dari korban kini ia menjadi pihak yang bersalah. Orang-orang di media sosial bahkan berharap agar dia dan saya mati,” tukasnya.

Federico sebelumnya mengaku diludahi Costa karena pernyataan rasial yang dilontarkannya terhadap pemain asal Brasil tersebut. Namun ia telah membantah tuduhan tersebut dan menuntut permintaan maaf atas pemberitaan media yang telah menuduhnya bersikap rasisme.

Sementara itu Costa telah dijatuhi hukuman larangan bertanding empat laga atas tindakannya tersebut. Tidak diketahui apakah Juve, sebagai klub tempat Costa bernaung, akan mengajukan banding atau tidak.

Video: Obor Asian Para Games 2018 Tiba di Pontianak

(FIR)

Meludahi Pemain Sassuolo, Douglas Costa Diskors Empat Pertandingan

Turin: Kabar buruk didapat kubu Juventus terkait kondisi pemainnya, Douglas Costa. Gelandang asal Brasil tersebut dipastikan terkena sanksi empat pertandingan di Liga Serie-A Italia.

Sanksi tersebut merupakan buah dari aksi tidak terpuji yang dilakukan Costa saat menghadapi Sassuolo pada pekan keempat Liga Serie-A Italia 2018–2019, Minggu 16 September. Saat itu, ia meludahi penyerang Sassuolo Federico Di Francesco.

Entah apa yang menyebabkan Costa melakukan aksi itu. Namun, sang pemain sudah tersulut emosi dengan Di Francesco menjelang akhir pertandingan. 

Baca: Hasil Lengkap Liga Champions Dini Hari Tadi

Tepatnya pada injury time. Kala itu, Costa menekel Di Francesco. Tak hanya itu, ia juga melakukan sikutan dan sundulan sebelum meludahi wajah Di Francesco.

Perbuatan Costa itu langsung diinvestigasi Asosiasi Sepak bola Italia (FIGC). Mereka akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Costa berupa larangan empat pertandingan di Liga Italia Serie-A.

Baca: Inter Bisa Atasi Tim Mana pun di Liga Champions

Selain Costa, FIGC juga menjatuhkan sanksi kepada pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini. Ia diskors satu pertandingan karena kedapatan melontarkan kata-kata tidak pantas di tengah pertandingan.

Gelandang Bologna, Erick Pulgar, juga mendapatkan sanksi. Ia dilarang tiga kali tampil bersama Bologna setelah melakukan pelanggaran keras saat menghadapi Genoa. (Football Italia)

Video: Tumbangkan Arema, Persib Kembali Puncaki Klasemen Liga 1

(FIR)

Lima Tim Berebut Jatah, Liga Italia Serie B Resmi Ditunda

Roma: Komite Olimpiade Italia (CONI) mengonfirmasi Liga Italia Serie B ditunda. Penyebabnya, ada lima tim yang berebut jatah sebanyak tiga tempat.

Klub-klub tersebut yakni, Pro Vercelli, Novara, Catania, Siena, dan Ternana. Mereka mengajukan permohonan kepada CONI agar bisa mengisi tiga slot di Serie B.

Adapun Serie B yang biasanya berisi 22 tim pada musim ini akan berkurang menjadi 19 tim. Pasalnya, tiga tim yakni Bari, Avellino, dan Cesena dicap bangkrut dan didepak dari kompetisi.

Klik: Luis Milla Sepakat Perpanjang Kontrak bersama Timnas Indonesia

Operator Serie B awalnya sudah sepakat pada musim ini hanya diisi oleh 19 tim. Akan tetapi, CONI dan Pengadilan Administrasi Lazio yang berbasis di Roma tiba-tiba menagguhkan kompetisi.

Banding dari lima tim yang telah disebutkan tadi masuk pertimbangan serius oleh CONI. Keputusan baru akan diumumkan pada hari Senin pekan depan.

“Pengadilan Administrasi Lazio menangguhkan kompetisi. Komite Penjaminan masih akan meninjau permohonan lima klub tersebut, sekaligus menimbang apakah Serie B akan tetap 19 atau 22 tim,” kata Franco Frattini, juru bicara CONI kepada InBlu Radio.

“Pada Jumat 21 September akan ditentukan. Jika 22 tim, maka tiga klub sisa akan diumumkan pada Senin,” sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat diketahui bagaimana rancangan operator Serie B ‘mempromosikan’ tiga dari lima klub yang mengajukan permohonan.

Video: Preview Inter vs Tottenham: Duel Dua Klub Tanpa Cita-cita
 

(ACF)

Ivan Gazidis Resmi Gabung AC Milan

AC Milan. (Foto: MARCO BERTORELLO / AFP)

Milan: Manajemen AC Milan resmi mengonfirmasi masuknya Ivan Gazidis dari Arsenal ke direksi klub. Ia akan menduduki jabatan CEO per 1 Desember mendatang.

“AC Milan mengumumkan bahwa Ivan Gazidis telah sepakat untuk bergabung dengan kami sebagai Chief Executive Officer (CEO). Beliau akan mulai bekerja pada 1 Desember 2018,” tulis pernyataan di rilis resmi klub.

Pemilik Milan yang berpayung pada Elliot Management dari Amerika Serikat menunjukkan keseriusannya dalam membangun dinasti baru Rossoneri. Ditunjuknya Gazidis sekaligus upaya untuk meringankan kinerja Presiden Paolo Scaroni.

Gazidis saat ini masih berstatus chief executive Arsenal. Ia dikenal atas kepiawaiannya dalam pengelolaan marketing, terutama di bidang olah raga.

Nantinya, Gazidis bertugas mengelola klub secara harian (daily basis). Namun, tugas utamanya adalah mengurus bisnis dan operasional komersial, yang bersinergis dengan urusan finansial klub.

Beberapa waktu lalu, Scaroni sempat menuturkan bahwa dalam 3-5 tahun ke depan, fokus Milan adalah membangun ulang kejayaan klub dengan pondasi finansial yang kuat. Hadirnya Gazidis merupakan start awal yang dijanjikan Scaroni.

Di tempat lain, Gazidis mengaku sudah tidak sabar ingin segera bekerja di lingkungan baru. Dirinya pun berterima kasih atas kepercayaan yang didapatnya.

“Saya sangat senang dengan tantangan ini dan akan melakukan yang terbaik sebisa mungkin untuk mengembalikan kejayaan AC Milan,” ujar Gazidis.

“Tentunya rasa terima kasih saya kepada Presiden Paolo Scaroni, direksi Milan, dan pemilik klub atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” tambahnya lagi.

Video: Preview Inter vs Tottenham: Duel Dua Klub Tanpa Cita-cita
 

SPAL Bertengger di Posisi Dua Liga Italia Serie-A

Ferrara: Sepak bola benar-benar aneh. Hal itulah yang diucapkan striker SPAL, Andrea Petagna, ketika melihat timnya berada di posisi kedua klasemen sementara Liga Italia Serie-A, Selasa 18 September dini hari tadi WIB.

SPAL yang musim lalu masih berstatus tim promosi di Serie-A, pada dini hari tadi mampu mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0. Dua gol dipersembahkan Petagna ke gawang  klub yang menjualnya pada musim panas ini ke SPAL.

Kemenangan yang sekaligus membawa SPAL menguntit pimpinan klasemen Juventus. Mereka kini hanya tertinggal tiga poin dari Nyonya Tua dan unggul selisih gol dari Napoli yang menempel di posisi ketiga. 

“Sepak bola benar-benar aneh. Kami semua memainkan pertandingan yang hebat, dari menit pertama hingga menit terakhir, dengan antusiasme yang tinggi dan dukungan dari para penggemar kami,” ujar Petagna seperti dilansir Football-Italia.

“Kami melakukannya dengan baik dan kami ingin terus seperti ini. Kami berada di jalan yang benar. Saya juga suka ide sepakbola sang pelatih,” terangnya.

Konsistensi. Itulah yang harus dipegang SPAL, mengingat perjalanan masih panjang untuk bisa mempertahankan posisi tersebut. Apakah klub yang bermarkas di Paolo Mazza mampu menjalankan itu?

“Tetap berada di posisi kedua? Tidak ada yang bisa menghentikan kami dari kepercayaan pada sesuatu yang lebih baik dari musim lalu,” terang Petagna.

“Jika kami mengikuti pelatih kami, hasilnya akan datang. Semua orang menganggap SPAL adalah tim kecil, tetapi mereka besar. Lihat saja organisasinya. Kami dapat mengatakan bahwa kami adalah klub Serie A,” tegasnya.

SPAL berada di posisi kedua usai menjalani start hebat. Mereka memenangi tiga laga dari empat giornata awal Serie-A musim 2018–2019. Salah satu lawan yang mereka kalahkan adalah Parma. Sementara satu-satunya kekalahan SPAL terjadi pada giornata ketiga melawan Torino dengan skor 0-1 di Stadion Olimpico, Turin.

Warisan Asian Games 2018

(FIR)

Roma Belum Punya Naluri “Membunuh”

Roma: Bos AS Roma, Eusebio Di Francesco, kecewa lantaran timnya gagal ‘membunuh’ Chievo Verona. I Lupi sempat unggul 2-0 di babak pertama melalui gol Stephan El Shaarawy dan Bryan Cristante, namun Gialloblu, julukan Chievo, mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Valter Birsa dan Mariusz Stepinski di babak kedua.

“Saya kecewa. Permainan tampaknya terkendali tetapi kami harus segera menyelesaikan pertandingan ini. Kami memiliki kesempatan untuk melakukannya tetapi kami tidak memiliki naluri membunuh,” ujar Di Francesco kepada situs resmi klub.

“Hal yang dapat dipelajari hari ini adalah kami terlalu mudah membiarkan lawan mencetak gol. Bahkan ketika kami tidak memberikan mereka banyak peluang,” tegasnya.

Baca juga: Inter Ditumbangkan Parma, Spalletti: Ini Menyakitkan!

Di Francesco pantas kecewa, pasalnya Giallorossi menguasai pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 56 persen dan mencatatkan 16 tendangan dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang Chievo. Sementara Chievo hanya mampu mencatatkan 13 tembakan dan hanya 5 yang mengarah ke gawang.

Meski kecolongan dua gol, mantan manajer Sassuolo itu mengatakan bahwa timnya bermain baik di babak kedua. Masalahnya adalah permainan timnya terlalu santai dan gagal mengantisipasi permainan cepat Chievo.

“Tim bermain jauh lebih baik dengan dua gelandang sentral di babak kedua dan kami mampu menahan aliran bola mereka. Saat pertandingan terlihat kami kendalikan, kesalahan terbesar yang kami lakukan adalah gagal memanfaatkan situasi. Kami tidak mengelola permainan dengan baik dan hal yang sama terjadi juga di Milan,” pungkasnya.

Hasil tersebut membuat Roma tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara Serie A. Serigala Ibu Kota hanya mampu mengoleksi lima angka dari empat laga yang telah dilalui.

Video : Kevin/Marcus Juara Jepang Terbuka 2018

(ACF)

Cetak Gol Perdana, Higuain Banjir Pujian

Cagliari: Manajer AC Milan, Gennaro Gattuso, memuji dampak yang diberikan penyerang anyarnya, Gonzalo Higuain. Menurutnya, Higuain tidak hanya handal dalam mencetak gol tapi juga membantu timnya untuk menjaga penguasaan bola.

“Dia (Higuain) mampu menjaga bola dan membantu tim untuk bergerak ke depan. Dia membantu pemain sayap kami. Kami perlu mencari ruang untuk gelandang dan pemain sayap kami,” ungkap Gattuso kepada Milan TV.

Baca juga: Gol Perdana Higuain Selamatkan Milan dari Kekalahan

Hal senada diungkapkan direktur dan legenda Rossoneri, Paolo Maldini. Menurutnya Higuain merupakan penyerang haus gol dan ia hidup untuk mencetak gol.

“Pemain sepertinya (Higuain) hidup untuk mencetak gol. Kami senang dia mampu mencetak gol perdananya bersama kami,” kata Maldini kepada Milan TV.

Hasil seri ini membuat Milan tertahan di peringkat 14 klasemen sementara Serie A dengan raihan empat poin dari tiga laga. Meski begitu Diavolo Rosso masih memiliki tabungan satu laga melawan Genoa.

Video : Kevin/Marcus Juara Jepang Terbuka 2018

(ACF)