Roma Punya Utang Mencapai Rp3,8 Triliun

Roma: AS Roma mendapatkan pendapatan besar, bahkan hampir memecahkan rekor pada 2018. Mirisnya, I Giallorossi juga memiliki utang besar, yakni hampir mencapai 220 juta euro (sekitar Rp3,8 triliun).

Utang tersebut dihitung oleh salah satu media bisnis Italia, Il Sore 24 Ore. Mereka menganalisis laporan keuangan draft Giallorossi hingga 30 Juni 2018. Ada catatan positif dan negatif berdasarkan analisis mereka.

Keberhasilan Roma memangkas kerugian pada tahun ini menjadi salah satu catatan positif mereka. Saat ini, mereka mengalami kerugian 25 juta euro (sekitar Rp440 miliar). Sedangkan kerugian Roma pada tahun lalu bisa mencapai kerugian sebesar 42 juta euro (sekitar Rp739miliar).

Baca: Hasil Sidang Komdis PSSI: Arema Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim

Bukan tanpa sebab Roma bisa memangkas kerugian tersebut. Itu bisa terjadi lantaran pendapatan mereka melonjak jauh pada 2018. Terhitung, Roma bisa mendapatkan pemasukan sebesar 251 juta euro (sekitar Rp4,4 triliun). Pemasukan tersebut tidak termasuk dari penjualan pemain.

Jika dirinci lagi, Roma mendapatkan banyak pemasukan dari hak siar televisi dan uang hadiah dari Liga Champions, di mana mereka berhasil mencapai babak semifinal pada kompetisi paling bergengsi di benua biru itu.

Baca: Nil Maizar Kecewa Laga PS Tira Mendadak Ditunda

Di Liga Champions, Roma menghasilkan pemasukan sebsar 98,4 juta euro (Rp1,7 triliun). Sedangkan uang sebesar 128,56 juta euro mereka dapatkan dari hak siar.

Miris buat Roma. Saat mendapatkan pemasukan besar, mereka juga terbelit catatan utang yang tinggi. Menurut Il Sore 24 Ore, I Giallorossi tercatat memiliki utang mencapai 218,8 juta euro (sekitar Rp3,8 triliun). Jumlah utang tersebut meningkat sebanyak 75 juta euro dari jumlah utang tahun lalu. (Football Italia)

Video: Raihan Spektakuler David Jacobs di Asian Para Games 2018

(ACF)